Rabu, 27 Maret 2013

Resiko Kematian Akibat Kanker Dapat Diturunkan Dengan Kegiatan Menyusui



Berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat baik ASI bagi bayi, kandungan antibodi alami dalam ASI diketahui dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Tetapi manfaat baik menyusui juga dirasakan oleh ibu, yang dapat menurunkan risiko kanker hingga 10 persen.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang menyusui hingga lebih dari 6 bulan, mengalami penurunan risiko kematian akibat semua jenis kanker sebesar 10 persen dan serangan jantung sebesar 17 persen.

Selain itu, ibu menyusui yang mempertahankan diet sehat dan gaya hidup aktif secara fisik juga mengalami penurunan risiko kematian akibat penyakit pernapasan dan gangguan peredaran darah.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 380.000 orang dari 9 negara di Eropa, yang telah diamati selama 12 tahun masa studi. Hasil studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, seperti dilansir Medical Daily, Kamis (28/3/2013).

Semua peserta penelitian disarankan untuk mengikuti 7 rekomendasi dari World Cancer Research Fund (WCRF) dan American Institute of Cancer Research (AICR), yang termasuk mengelola berat badan, aktivitas fisik, makan lebih banyak sayuran, mengurangi konsumsi daging dan alkohol, serta menyusui bayi (bagi wanita).

"Studi ini mendukung peran rekomendasi gaya hidup terhadap pencegahan kanker, gangguan peredaran darah dan pernapasan," terang Anne-Claire Vergnaud, penulis dan peneliti dari Imperial College of London School of Public Health.

Secara khusus, peserta yang mengikuti pedoman WCRF dan AICR memiliki risiko yeng lebih rendah terhadap kematian akibat penyakit pernapasan sebesar 50 persen, sedangkan risiko gangguan peredaran darah dan kanker, masing-masing berkurang sebesar 44 dan 20 persen dibandingkan dengan peserta yang tidak mematuhi rekomendasi.

Setelah memilah-milah per faktor dari rekomendasi WCRF dan AICR tersebut, wanita yang menyusui bayinya hingga lebih dari 6 bulan, diketahui memiliki penurunan risiko kematian akibat segala jenis kanker hingga 10 persen.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa menyusui dapat menurunkan kesempatan berkembangnya hormon non-responsif yang memicu kanker. Selain itu, dengan menyusui, seorang ibu dapat mempertahankan rejimen tertentu yang dapat melindungi dari kanker.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui dapat membantu menunda proses ovulasi dimana sel-sel telur dilepaskan dan terpaparnya ovarium dengan cairan kaya estrogen, dimana hal ini diklaim sebagai salah satu penyebab utama kanker ovarium.

Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar